Pelapukanfisis adalah proses pelapukan batuan yang menyebabkan batuan mengalami penghancuran menjadi butir-butir tanpa perubahan sifat. Misalnya pemuaian batuan, perubahan suhu, dan lain sebagainya. Pelapukan kimiawi adalah proses pelapukan yang mengubah susunan zat yang terdapat pada mineral-mineral pembentuk batuan. 1 Faktor-faktor yang mempengaruhi pelapukan Ada empat faktor yang mempengaruhi terjadinya pelapukan batuan, yaitu sebagai berikut: a) Keadaan struktur batuan Struktur batuan adalah sifat fisik dan sifat kimia yang dimiliki oleh batuan. Sifat fisik batuan, misalnya warna batuan, sedangkan sifat kimia batuan adalah unsur-unsur kimia yang terkandung PelapukanBiologi. Pelapukan Biologi atau Pelapukan Organik adalah pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup . Penyebabnya adalah proses organisme yaitu hewan, tumbuhan dan manusia, yaitu: Hewan yang dapat melakukan pelapukan antara lain cacing tanah, serangga. Pengaruh yang disebabkan oleh tumbuhan ini dapat bersifat mekanik atau kimiawi. Pelapukanberikut yang disebabkan oleh faktor fisis adalah . answer choices . akar tumbuhan menembus batu, sehingga batu terbelah. serasah daun dimakan dan dihancurkan oleh luing Pelapukan berikut yang disebabkan oleh faktor fisis adalah . answer choices . akar tumbuhan menembus batu, sehingga batu terbelah. Pelapukanfisika disebabkan oleh faktor alam seperti. Question from @AlkhairaniGhita - Sekolah Dasar - Fisika Pelapukanadalah proses berubahnya batuan menjadi tanah secara alamiah melewati proses kimia, fisika atau biologi. Pelapukan yang terjadi secara alami ini terdiri atas sekian banyak macam jenis. Secara umum, jenis- jenis pelapukan ini terdiri atas 3 macam, yakni pelapukan fisika, kimia, dan biologi atau organik. Kuncijawabannya adalah: C. batu digurun terbelah akibat cuaca ekstrim. Dilansir dari Ensiklopedia, Pelapukan berikut yang disebabkan oleh faktor fisis adalahpelapukan berikut yang disebabkan oleh faktor fisis adalah batu digurun terbelah akibat cuaca ekstrim. Penjelasan. Kenapa jawabanya bukan A. akar tumbuhan menembus batu, sehingga batu DownloadMateri Pengolahan Data (Mean, modus, median) mp3 file (9.09 MB) with just follow These music downloads are accessible from the website but You may as well listen with your Android or iOS product through the Spinrilla mobile application. Berikutini adalah beberapa penyebab terjadinya pelapukan mekanik yaitu: Adanya perbedaan temperatur yang tinggi Peristiwa ini terutama terjadi di daerah yang beriklim kontinental atau beriklim Gurun, di daerah gurun temperatur pada siang hari dapat mencapai 50 Celcius. Pada siang hari bersuhu tinggi atau panas. Wilayahtanah yang langsung dipengaruhi oleh akar adalah . Tanah dan keberlangsungan kehidupan. DRAFT. 9th grade. Pelapukan berikut yang disebabkan oleh faktor fisis adalah . answer choices Proses di dalam tubuh yang sangat membantu pelapukan batuan secara kimia adalah . answer choices . respirasi. fotosintesis. reproduksi. PengertianPelapukan. Peristiwa Pelapukan adalah suatu proses penghancuran massa batuan, baik yang terjadi secara fisika, kimia, maupun secara biologis. Umumnya, proses pelapukan batuan memerlukan waktu yang sangat lama. Terjadinya setiap proses pelapukan ini pun biasanya juga dipengaruhi oleh cuaca. Pelapukan yang terjadi pada batuan akan Pernyataanberikut yang sesuai dengan faktor perubahan benda adalah a. Pelapukan biologis disebabkan oleh perubahan tekanan suhu b. Pelapukan mekanik terjadi akibat aktivitas makhluk hidup c. Pembusukan terjadi karena buah yang dibiarkan terlalu matang d. Perkaratan disebabkan oleh reaksi logam dengan air dan oksigen. Question from @Cecilia2282006 - Sekolah Dasar - Biologi Pelapukanberikut yang disebabkan oleh faktor fisis adalah. a. terbentuknya stalaktit di gua kapur. b. batu digurun terbelah akibat cuaca ekstrim. c. akar tumbuhan menembus batu, sehingga batu terbelah. Lokasi tanah yang paling cepat mengalami pelapukan adalah. a. savana. b. gurun pasir. Pelapukanbiologi adalah pelapukan batuan yang diakibatkan oleh adanya kegiatan makhluk hidup, baik manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Pelapukan biologi ini pun seringkali dinamakan dengan pelapukan organis. Di atas sudah diterangkan sebelumnya bahwa ketiga jenis pelapukan (fisika, kimia dan biologi) bekerja bareng dalam melapukkan batuan. Gangguanpada Sistem Peredaran Darah Manusia adalah kelainan atau penyakit yang terjadi pada sistem peredaran atau sirkulasi darah manusia baik yang disebabkan oleh faktor internal maupun faktor eksternal.[1] Sistem peredaran darah berfungsi mengangkut makanan dan zat sisa hasil metabolisme.[2] Sistem peredaran darah manusia terdiri dari darah, jantung, dan pembuluh darah.[3] gz4mm4Z. Web server is down Error code 521 2023-06-16 062123 UTC What happened? The web server is not returning a connection. As a result, the web page is not displaying. What can I do? If you are a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you are the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not responding. Additional troubleshooting information. Cloudflare Ray ID 7d80f3cc4c49b900 • Your IP • Performance & security by Cloudflare Jawaban yang benar adalah B. batu digurun terbelah akibat cuaca ekstrim. Mari simak pembahasan berikut. Tanah merupakan lapisan yang berada di permukaan bumi. Tanah tersusun atas mineral dan bahan organik. Tanah terbentuk dari proses pelapukan bebatuan. Salah satu pelapukan yang terjadi yaitu pelapukan fisika, dimana proses pelapukan bebatuan disebabkan oleh faktor fisis. Faktor fisis meliputi suhu udara, cuaca/iklim, tekanan, dan kristalisasi garam. Sehingga pernyataan di atas yang termasuk dalam pelapukan fisika yaitu batu digurun terbelah akibat cuaca ekstrem karena cuaca merupakan salah satu faktor fisis. Dengan demikian, pilihan jawaban yang benar adalah B. Selamat datang di web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Pelapukan? Mungkin anda pernah mendengar kata Pelapukan? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, pengertian menurut para ahli, faktor, jenis, penyebab, bentuk, dampak, cara dan contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. Pengertian Pelapukan Pelapukan ialah proses pemusnahan batuan dari bentuk bongkahan menjadi granula yang sangat kecil. Pelapukan tersebut terbentuk melewati proses pelicinan batuan oleh daya eksogen. Di kawasan iklim tropis, air dan suhu yang sangat berpengaruh efek dari proses pelapukan batuan. Batuan yang mendapati pelapukan akan berganti berupa tanah, ketika tanah tersebut tidak bergabung dengan mineral lainnya maka tanah tersebut ialah tanah mineral. Berikut ini adalah beberapa pengertian pelapukan menurut para ahli yaitu Pelapukan adalah proses penyesuaian kimia, mineral dan sifat fisik batuan terhadap kondisi Iingkungan di sekitamya. Faktor-Faktor Pelapukan Berikut ini terdapat 3 faktor terjadinya pelapukan, yakni sebagai berikut Pelapukan Fisika Pelapukan fisika ialah proses pemusnahan batuan secara fisis tanpa mendapati transformasi susunan batuan. Pelapukan fisika dapat diakibatkan oleh pengembangan, penyusunan air dalam pori-pori batuan, transformasi temperatur secara serempak dan perbandingan siang dan malam yang besar. Pelapukan Biologi Pelapukan biologi ialah pelapukan batuan yang diakibatkan oleh aktivitas makhluk hidup misalnya aktivitas manusia, tumbuhan, hewan, jamur serta bakteri. Pelapukan Kimia Pelapukan kimia ialah pelapukan batuan yang mengakibatkan komposusunan sisi batuan dan bentuk batuan berganti. Akibat pelapukan kimia ialah karena terdapatnya proses kimia dengan mineral batuan dan air maupun humiditas udara. Jenis-Jenis Pelapukan Berikut ini adalah beberapa jenis pelapukan yaitu 1. Pelapukan Mekanik Rusaknya batuan karena faktor panas dan dingin. Proses panas dan dingin setiap hari menyebabkan batuan retak dan pecah-pecah. Selain itu, air yang mengalir, angin yang bertiup dan ombak yang menghantam karang juga berakibat pada pecahnya batu-batuan menjadi klastika-klastika berukuran besar sampai yang kecil. Contohnya, bongkah, kerakal, krikil, pasir, debu, dan lempung. 2. Pelapukan Kimia Rusaknya batu-batuan akbiat reaksi kimia. Contohnya, air hujan karena mengandung CO2 dapat melarutkan batuan gamping. 3. Pelapukan Organik Rusaknya batu-batuan akbiat aktivitas makhluk hidup. Aktivitas makhluk hidup ini ada yang bersifat mekanik dan kimiawi. Aktivitas mekanik menimbulkan pelapukan biomekanik. Contohnya, manusia memecah batu, mengolah tanah, menggali lubang tambang, pijakan kaki hewan-hewan besar menimbulkan lubang hingga tanah longsor, dan desakan akar dapat memecah batuan atau tembok. Penyebab Terjadinya Pelapukan Mekanik Berikut ini adalah beberapa penyebab terjadinya pelapukan mekanik yaitu Adanya perbedaan temperatur yang tinggi Peristiwa ini terutama terjadi di daerah yang beriklim kontinental atau beriklim Gurun, di daerah gurun temperatur pada siang hari dapat mencapai 50 Celcius. Pada siang hari bersuhu tinggi atau panas. Batuan menjadi mengembang, pada malam hari saat udara menjadi dingin, batuan mengerut. Apabila hal itu terjadi secara terus menerus dapat mengakibatkan batuan pecah atau retak-retak. Adapun pembekuan air di dalam batuan Jika air membeku maka volumenya akan mengembang. Pengembangan ini menimbulkan tekanan, karena tekanan ini batu-batuan menjadi rusak atau pecah pecah. Pelapukan ini terjadi di daerah yang beriklim sedang dengan pembekuan hebat. Berubahnya air garam menjadi kristal Jika air tanah mengandung garam, maka pada siang hari airnya menguap dan garam akan mengkristal. Kristal garam garam ini tajam sekali dan dapat merusak batuan pegunungan di sekitarnya, terutama batuan karang di daerah pantai. Bentuk-Bentuk Pelapukan Berikut ini adalah gejala atau Bentuk-Bentuk alam yang terjadi di daerah karst diantaranya 1. Dolina Dolina adalah lubang yang berbentuk corong yang terjadi karena erosi pelarutan atau karena runtuhan. Dolina terdapat hampir di semua bagian pegunungan kapur di Jawa bagian selatan, yaitu di pegunungan seribu. 2. Gua dan sungai di dalam Tanah Di dalam tanah kapur mula-mula terdapat celah atau retakan. Retakan akan semakin besar dan membentuk gua-gua atau lubang-lubang, karena pengaruh larutan. Jika lubang-lubang itu berhubungan, akan terbentuklah sungai-sungai di dalam tanah. 3. Stalaktit adalah kerucut kerucut kapur yang bergantungan pada atap gua. Terbentuk dari kapur yang tebal akibat udara masuk dalam gua. Stalakmit adalah kerucut-kerucut kapur yang berdiri pada dasar gua. Contohnnya stalaktit dan stalakmit di Gua tabuhan dan gua Gong di Pacitan, jawa Timur serta Gua Jatijajar di Kebumen, Jawa Tengah. Dampak Pelapukan Dampak yang ditimbulkan oleh pelapukan adalah sebagai berikut Dampak Positif Aktivitas pelapukan dapat menghasilkan bentuk muka bumi yang indah dan menjadi objek wisata, contohnya Grand Canyon di Amerika Serikat. Pelapukan di daerah kapur dapat membentuk gua-gua yang mempunyai stalaktit dan stalagmit yang dapat menjadi tujuan wisata, contoh Goa Maharani di Lamongan, Goa Jatijajar dan Goa Petruk di Kebumen. Dampak Negatif Sebagai tenaga destruktif, pelapukan dapat merusak batu-batuan termasuk bangunan-bangunan, terutama pada bagian dinding-dindingnya sehingga sangat merugikan manusia. Pelapukan juga dapat merusak batu-batu candi sehingga sangat merugikan manusia. Cara Mengatasi Pelapukan Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi pelapukan yaitu 1. Pelapukan pada Kayu Cara mencegah atau memperlambat pelapukan kayu sebagai berikut. Kayu dikeringkan dengan alat khusus dioven untuk menurunkan kadar air. Kayu dilapisi cat atau pernis untuk mengurangi penyerapan air. Kayu ditempatkan di ruangan yang tidak lembab. Kayu diberi zat anti rayap. Pelapukan pada Batuan Jika kalian mempunyai patung atau benda-benda yang terbuat dari batu maka hendaknya jangan menaruh patung tersebut di alam terbuka. Karena panas matahari dan cuaca yang berubah-ubah akan mengakibatkan benda Anda yang terbuat dari batu tersebut akan cepat lapuk dan pecah. Pelapukan juga akan menyebabkan perpecahan pada candi yang diakibatkan oleh lumut serta unsur-unsur alam lainnya. Untuk itu maka membersihkan lumut yang ada pada dinding-dinding candi akan membantu memperlambat pelapukan serta dapat mempertahankan keindahan candi tersebut. Contoh Pelapukan Berikut ini terdapat 3 contoh pelapukan dari fisika, biologi serta kimia, yakni sebagai berikut 1. Contoh Pelapukan Fisika Terdapat beberapa contoh dari pelapukan fisika, antara lain Pada siang hari sebentuk batu mendapati pengembangan karena efek panas matahari dan malam harinya akan menyusut karena efek udara yang dingin. Hancurnya batuan gurun efek dari transformasi iklim harian secara berlebihan. Penghabluran air garam pada batuan di ekosistem pesisir. Terjadi longsor batuan di kawasan topografi yang terjal. 2. Contoh Pelapukan Biologi Terdapat beberapa contoh dari pelapukan biologi, antara lain Lumut yang bertunas di bidang batuan menguatkan batuan transformasi degradasi. Melempemnya bidang batuan efek dari proses peresapan akar dan tingginya pH di sekeliling bidang batuan tersebut efek dari ekskresi sisa metabolisme lumut untuk membuat bidang batuan transformasi korosi. Penerobosan akar tumbuhan ke dalam ruang batuan untuk mengapit batuan sehingga batuan transformasi keretakan. 3. Contoh Pelapukan Kimia Terdapat beberapa contoh dari pelapukan kimia antara lain Proses penghancuran batuan kapur gamping efek dari bidsan dengan air. Hidrolisis air hujan mengakibatkan naiknya fase keasaman di sekeliling batuan. Ion H+ menguatkan terbentuknya korosi batuan. Oksidasi batuan yang kaya mineral besi menguatkan hubungan mineral di bidang batuan berupa layuh dan terungkai. Demikian Penjelasan Materi Tentang Pelapukan Adalah Pengertian, Pengertian Menurut Para Ahli, Faktor, Jenis, Penyebab, Bentuk, Dampak, Cara dan Contoh Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi. Pelapukan merupakan proses berubahnya batuan menjadi tanah secara alamiah melalui proses kimia, fisika atau biologi. Pelapukan yang terjadi secara alami ini terdiri atas berbagai macam jenis. Secara umum, jenis- jenis pelapukan ini terdiri atas 3 macam, yaitu pelapukan fisika, kimia, dan biologi atau organik. Penjelasan mengenai masing- masing jenis pelapukan ini adalah sebagai berikutJenis jenis pelapukanPelapukan FisikaJenis pelapukan yang pertama adalah pelapukan fisika. Pelapukan fisika merupakan pelapukan yang sering disebut sebagai pelapukan mekanik. Pelapukan fisika adalah proses pelapukan dari batuan yang diakibatkan adanya pengaruh faktor fisik pada batuan. Ada faktor utama yang paling berperan dalam pelapukan ini. Faktor yang paling dominan tersebut adalah suhu udara, tekanan, dan juga kristalisasi garam. Pelapukan fisika ini juga dikenal sebagai pelapukan yang disebabkan oleh adanya perubahan suhu atau iklim baca iklim di Indonesia.Pelapukan KimiaJenis pelapukan yang selanjutnya adalah pelapukan kimia. Pelapukan kimia merupakan proses pelapukan yang diakibatkan perubahan struktur kimiawi yang ada pada batuan melalui reaksi tertentu. Dalam pelapukan kimia ini, reaksi yang terjadi pada proses pelapukan dibedakan menjadi tiga macam. 3 macam reaksi yang terjadi pada pelapukan kimia ini antara lain adalah solution, hidrolisis, dan Biologi atau OrganikJenis pelapukan yang selanjutnya adalah pelapukan biologi atau pelapukan organik. Pelapukan biologi merupakan jenis pelapukan batuan yang dilakukan oleh organisme melalui aktivitasnya di sekitar lingkungan batuan tersebut berada. Dengan kata lain pelapukan biologi ini terjadi karena disebabkan oleh makhluk hidup. Pelapukan ini terjadi karena adanya peranan organisme- organisme tertentu. adapun organisme- organisme yang berperan dalam pelapukan ini antara lain berupa binatang, tumbuhan, jamur, bakteri, atau bahkan beberapa jenis pelapukan. Dari ketiga jenis pelapukan tersebut kita akan membahas mengenai salah satu jenis pelapukan. Pelapukan yang akan kita bahas adalah pelapukan kita sudah mengetahui mengenai berbagai macam jenis pelapukan. Pelapukan yang kita ketahui ada 3 jenis, yakni pelapukan kimiawi, fisika dan juga biologi atau organik. Dari ketiga jenis pelapukan tersebut, kita memutuskan untuk membahas mengenai pelapukan kimia atau kimiawi dalam artikel ini. Maka dari itulah pembicaraan kita akan dimulai dengan perkenalan dengan apa itu pelapukan secara kimiawi, karena sebenarnya jenis- jenis pelapukan tersebut perbedaannya hanya pada cara atau proses pelapukan itu pelapukan kimiaPelapukan batuan secara kimiawi atau pelapukan kimia merupakan jenis pelapukan pada batuan maupun material lainnya yang dapat terjadi akibat adanya perubahan struktur kimiawi material tersebut melalui sebuah reaksi. Pelapukan kimia pada umumnya sangat dipengaruhi oleh suhu, keberadaan air baca jenis air, dan juga kelembaban area di sekitar batuan tersebut berada. Semakin tinggi suhu dan juga kelembapan, serta tersedianya air akan mempercepat proses pelapukan kimia pada batuan tersebut. Mengenai pelapukan kimia ini sendiri, sering dianggap sebagai jenis pelapukan yang paling berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah di Indonesia. Pelapukan ini terjadi secara simultan karena seringnya dan juga tingginya intensitas hujan di wilayah tropis baca hutan hujan tropis.Faktor- faktor yang Mempengaruhi Pelapukan KimiaPelapukan merupakan proses alamiah yang terjadi pada batuan. Namun meski alamiah, pelapukan ini tidak terjadi dengan sendirinya. Adapun di sekitar batuan sendiri pastilah terdapat berbagai macam faktor yang akan mempengaruhi terjadinya pelapukan secara kimiawi ini juga berlaku pada pelapukan kimia. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi terjadinya pelapukan kimia ini. Adapun berbagai macam faktor yang mempengaruhi pelapukan kimia ini meliputi komposisi batuan, iklim, ukuran batuan, serta vegetasi dan binatang. Mengenai penjelasan mengenai masing- masing faktor yang mempengaruhi pelapukan kimia tersebut akan dijelaskan sebagai berikutKomposisi batuanKomposisi batuan merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pelapukan kimia. Ada mineral yang mudah untuk bereaksi dengan air, oksigen dan juga gas asam arang akan lebih cepat lapuk daripada mineral yang sulit bereaksi dengan air, oksigen dan gas asam kedua yang mempengaruhi pelapukan kimia adalah adanya iklim basah dan juga panas. Misalnya iklim hujan tropis akan mempercepat proses reaksi kimia, sehingga batuan menjadi cepat batuanUkuran batuan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pelapukan kimia. Adapun semakin kecil ukuran batuan, makin intensif pula reaksi kimia pada batuan tersebut dan akan semakin cepat pula dan binatangFaktor lain yang mempengaruhi pelapukan kimia adalah vegetasi dan binatang. Dalam kehidupannya, vegetasi dan binatang akan menghasilkan asam- asam tertentu, oksigen dan gas asam arang sehingga mudah bereaksi dengan batuan. Hal ini berarti vegetasi dan binatang ikut mempercepat proses pelapukan batuan yang ada di beberapa faktor yang mempengaruhi adanya pelapukan kimia ini. faktor- faktor tersebut akan berpengaruh pada seberapa cepat proses pelapukan kimia akan terjadi, sehingga setiap batuan kemungkinan akan mengalami kecepatan proses pelapukan yang berbeda- beda antara satu dengan yang dan Contoh Pelapukan Kimia Pelapukan kimia merupakan salah satu jenis pelapukan batuan yang sering kita temui di Indonesia. Adapun proses pelapukan kimia ini paling sering kita jumpai pada jenis batuan kapur baca tanah kapur atau batuan yang berada di pegunungan kapur. Air hujan baca manfaat air hujan yang membasahi pegunungan tersebut dapat melarutkan kandungan CaCO2 yang berada pada batuan kapur hal ini karena air hujan mengandung karbondioksida atau CO2. Proses tersebut akan terjadi hingga pelapukan dengan gejala karst pun ikut proses yang terjadi, pelapukan kimia dapat terjadi karena adanya 3 reaksi. Reaksi- reaksi yang menyertai pelapukan kimia ini meliputi penglarutan atau solution, pelepasan hidrogen atau hidrolisis, karbonasi, dan juga reaksi dengan oksigen atau oksidasi. Mengenai informasi lebih lengkap tentang reaksi- reaksi ini akan dijelaskan sebagai berikutPenglarutan atau SolutionReaksi dari pelapukan kimiawi yang pertama adalah penglarutan atau solution. Penglarutan atau solution merupakan proses pelapukan kimiawi yang terjadi karena material batuan tersebut terlarut ke dalam air sehingga batuan yang keras akan berubah menjadi batuan yang lunak dan lumat. Adapun mengenai contoh penglarutan atau solution ini adalah reaksi antara batuan kapur dengan kapur atau batu gamping memang akan bereaksi dengan air. Reaksi tersebut akan menghasilkan panas dan juga gelembung udara akibat pelepasan karbondioksida. Pada akhir reaksi tersebut batuan kapur yang pada mulanya keras akan berubah menjadi lumat, dan bahkan sebagiannya akan terlarut ke dalam air. Karena proses pelapukan ini akan menghasilkan karbondioksida, maka proses pelapukan melalui penglarutan atau solution ini kadang- kadang disebut juug dengan Hidrogen ata HidrolisisReaksi pelapukan kimiawi yang kedua adalah hidrolisis. Hidrolisis merupakan proses pelapukan kimia yang terjadi akibat adanya reaksi material batuan dengan air melalui pelepasan hidrogen. Air hujan atau H2O mengalami hidrolisis menjadi kation H+ yang memiliki sifat asam dan anion OH- yang bersifat basa. Kedua ion tersebut kemudian akan bereaksi masing- masing pada batuan sehingga akan terjadi proses pemecahan batuan. Contoh pelapukan kimia melalui proses ini akan menghasilkan tanah liat dan juga garam pelapukan kimiawi yang selanjutnya adalah oksidasi. Oksidasi merupakan proses pelapukan batuan secara kimiawi yang terjadi akibat reaksi suatu material dengan oksigen. Ada banyak sekali contoh pelapukan kimia seperti ini yang ada di sekitar kita. Sebagai contoh adalah pada proses mengaratnya besi. Melalui oksidasi, ion Fe yang terdapat pada besi akan membentuk karat pada bagian luar material, misalnya adalah paku. Karat yang ada pada besi akan terus menerus mengalami pelapukan sehingga akan menyebabkan massa besi perlahan- lahan akan merupakan salah satu reaksi dari pelapukan kimia. Karbonasi merupakan pelapukan yang disebabkan oleh CO2 atau karbondioksida dan air yang membentuk senyawa ion bikarbonat atau HCO3 yang aktif bereaksi dengan mineral- mineral yang mengandung kation- kation Fe, Ca, Mg, Na, dan K. Pada proses ini terjadi dekomposisi pada batuan atau perubahan fisik. Contoh reaksi seperti ini adalah dekomposisi batuan gamping, dekomposisi, batuan granit, dan dekomposisi batuan selanjutnya adalah hidrasi. Hidrasi merupakan pelapukan kimia yang disebabkan oleh penyerapan air oleh mineral ke dalam struktur kristal yang selanjutnya adalah desilikasi. Desilikasi merupakan pelapukan kimia yang disebabkan oleh hilangnya silikat pada batuan baca batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf, terutama batuan beberapa reaksi yang menyertai terjadinya pelapukan kimia. Reaksi- reaksi ini tidak selalu ada di dalam pelapukan kimia. Reaksi- reaksi ini hanya akan terjadi apabila didukung dengan faktor- faktor yang Topografi Hasil Pelapukan KimiaPelapukan kimi yang terjadi pada batuan dapat mendatangkan hasil yang berupa bentukan topografi. Pada umunya bentukan topografi hasil pelapukan kimia hanya beskala kecil. Bentukan topografi hasil pelapukan kimia ini dibedakan menjadi berikutHasil dari Differensial Weathering, terjadi karena tingkat resistensi batuan yang tidak sama, batuan resistensi lebih sulit lapuk, sementara yang tidak resistensi berupa torehan- torehan. Sebagai contoh adalah pinnacle atau pilar- pilar batuan merupakan batu- batu bundar hasil pengelupasan yang masih melihat pada batuan stone, yakni seperti tor, tidak melihat pada dasar karena pelapukan terjadi di bawah dome, yakni bukit atau kubah yang permukaannya wethered bouder, yakni batu- batu yang agak membulat karena adanya pelapukan fisik dan kimiawi yang intensif pada sudut- sudut yakni timbunan ruing sebagai hasil pelapukan di kaki lereng yang terjal. Hasil dari timbunan ini pada umumnya membentuk kerucut sehingga disebut hole, yakni lubang- lubang kecil pada batuan, bekas mineral yang beberapa bentukan topografi yang merupakan hasil pelapukan kimia. Dan itulah beberapa informasi pengenai pelapukan kimia ini. semoga bermanfaat.

pelapukan berikut yang disebabkan oleh faktor fisis adalah